Gagas Perlindungan Jaminan Sosial Ke Petani, Bupati Soppeng Dapat Penghargaan Dari BP Jamsostek
    Dibaca 87 kali

Ketgam : Direktur Utama BPJS Zainuddin menyerahkan penghargaan kepada Bupati Soppeng HA Kaswadi Razak SE, Rabu 29/12/2021

 

SOPPENG,MEDIATANEWS.COM-- Program perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi petani yang digagas oleh Pemerintah Kabupaten Soppeng mendapat penghargaan dari BP Jamsostek.

 

Penyerahan penghargaan dari BP Jamsostek kepada Bupati Soppeng HA Kaswadi Razak SE dilaksanakan disela sela persemian Screen House oleh Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo SH.,MH., di  Desa Pising Kecamatan Donri Donri Kabupaten Soppeng, Rabu 29/12/2021

 

Terkait penghargaan yang diberikan kepada Bupati Soppeng HA Kaswadi Razak SE, Direktur Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Zainuddin menyampaikan, penghargaan ini diberikan karena program perlindungan Jaminan Sosial kepada Petani Soppeng Maju & Sejahtera (SUTASOMA) dimulai di Kabupaten Soppeng.

 

"Dengan informasi ini kita harapkan daerah lain juga melihat ternyata ada cara baru melindungi petani kita sehingga negara melalui Jaminan Ketenagakerjaan benar-benar hadir untuk petani".

 

"Seperti tadi ada ibu (ahli waris) dari petani kita yang meninggal. Dia dapat santunan Rp 42 juta, sangat berarti untuk ibu itu. 1. Menyambung hidupnya bisa menanam padi lagi. 2. Ibu itu ada dua anaknya akan ditanggung beasiswanya mulai dari TK sampai Perguruan tinggi," ungkap Zainuddin

 

Ditambahkan oleh Zainuddin, "Jadi kita melakukan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan memastikan semua anak petani itu jadi sarjana." ,ujarnya

 

Sementara, Menteri Pertanian RI. Syahrul Yasin Limpo sangat mengapresiasi program Sutasoma bekerjasama dengan BPJS di Soppeng yang diinisiasi oleh Bupati Soppeng HA. Kaswadi Razak.

 

"Program seperti ini harus diapresiasi, karena program ini membantu rakyat dan petani kita untuk menghadapi tantangan apapun".

 

"Tentu saja Pertanian memiliki skala ekonomi yang pasti, tentu sudah bisa berhitung berapa pengeluaran yang harus dilakukan para petani kita, untuk bisa terbaik kalau terjadi kecelakaan dan kegagalan panen misalnya", ungkap Syahrul.

 

Ditempat terpisah, Kepala Dinas TPHTKP Kabupaten Soppeng Ir Fajar MMA menjelaskan bahwa hingga akhir tahun 2021, Program Sutasoma ini telah diikuti 3000 petani di Soppeng.

 

"Hingga akhir tahun 2021 ini, sudah 3 ribu petani terdaftar yang mengikuti program ini, target kita tahun 2022 akan bertambah menjadi 20 ribu hingga 57 ribu orang untuk tuntaskan perlindungan petani di Kabupaten Soppeng",ujarnya

Bagikan Berita Ini: