Polres Soppeng Minta Dukungan Masyarakat Dalam Penanganan Kasus Kejahatan Kartu Kredit
    Dibaca 1072 kali

Kasat Reskrim Polres Soppeng AKP Amri

 

SOPPENG,MEDIATANEWS.COM— Penangkapan yang dilakukan Polres Soppeng terhadap pelaku dugaan pembobolan dan pencurian Kartu Kredit milik Warga Negara Asing (WNA) beberapa waktu lalu mencengangkan banyak pihak.

 

Pasalnya, disamping kejahatan yang berskala besar dan diduga melibatkan sindikat Internasional. Pelaku kejahatan dugaan pembobolan dan pencurian Kartu Kredit ini melibatkan anak anak muda yang berusia belia bahkan diantaranya ada yang masih di bawah umur.

 

Kasat Reskrim Polres Soppeng AKP Amri yang dikonfirmasi sejumlah wartawan di ruang kerjanya,Selasa 1/9/2020 terkait perkembangan kasus ini membeberkan kemampuan para pelaku yang mampu menguras dana dari kartu kredit sekira 2500 $ atau setara dengan Rp 35 juta per kartu kredit dalam sepekan.

 

"Bayangkan, dalam sebulan mereka mampu menguras dana dari seratusan kartu kredit dengan nilai kurang lebih Rp.3,5 mikyar"

 

"Yang sangat memprihatinkan, dari ke 20 tersangka yang kami tangkap ini rata rata masih berusia belia bahkan 2 diantaranya masih dibawah umur"ujarnya

 

Menurut Amri,selain terkait pelanggaran hukum, kasus ini juga mempunyai dampak sosial yang sangat besar terutama dalam hal merusak mental generasi muda di daerah ini. Karena itu,pihaknya berkomitmen untuk menangani kasus ini hingga tuntas dan mengharapkan keterlibatan masyarakat dalam memerangi tindakan pencurian kartu kredit ini dan kejahatan semacamnya.

 

"Ada kecenderungan, pembobolan kartu kredit yang dilakukan para pemuda ini menjadi sebuah kebanggaan dari pada sebuah kejahatan. Terbukti hasil kejahatan mereka lebih banyak dipakai berfoya-foya dan pamer gaya hidup mewah. Persepsi ini sangat merusak mental generasi muda kita kedepan."

 

" Dalam upaya pemberantasan kejahatan semacam ini, Polisi tidak boleh dibiarkan bekerja sendiri apalagi dengan keterlibatan pelaku yang cukup banyak dan berasal dari latar belakang sosial yang berbeda. Terindikasi, jumlah anak anak muda yang terlibat dengan kejahatan seperti ini jauh lebih besar dari yang kita duga"paparnya

 

Amri berharap, penanganan kasus ini mesti melibatkan berbagai elemen masyarakat,baik dari Anggota DPRD, Instansi Terkait tokoh masyarakat,tokoh agama termasuk peran para Jurnalis.

 

" Keterlibatan semua elemen masyarakat dalam pemberantasan kasus kejahatan kartu kredit ini sangat diperlukan mengingat persoalan seperti ini harus ditangani secara komprehensif baik dari sisi hukum maupun dampak sosialnya"tandasnya

 

Dalam kesempatan ini, Amri berjanji akan menyampaikan perkembangan kasus ini secara transparan kepada media untuk dipublikasikan secara luas kepada masyarakat.

 

"Kasus ini harus dijadikan pelajaran dan bernilai edukasi baik kepada orangtua untuk lebih memberi perhatian dan pengawasan terhadap anak anaknya agar terhindar  dari perbuatan negatif maupun kepada orang lain untuk tidak melakukan perbuatan serupa"pungkasnya

 

Sekadar diketahui, dari penangkapan yang dilakukan pihak kepolisian beberapa waktu lalu. Selaian menetapkan 20 tersangka, Polisi mengamankan beberapa barang bukti diantaranya komputer,Laptop, handphone, hingga puluhan kartu ATM dan rekening bank.

 

 

Bagikan Berita Ini: