Tindak Lanjuti Edaran Kemenkes, Biaya Rapid Tes di Soppeng Turun Jadi Rp.150 Ribu
    Dibaca 1863 kali

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Soppeng Sallang M Kes

 

SOPPENG, MEDIATANEWS. COM-- Terkait Surat Edaran (SE) yang dikeluarkan Kementerian, Kesehatan RI tertanggal 6 Juli 2020 mengenai batasan tarif  rapid test antibodi untuk COVID-19.

 

Pemerintah Kabupaten Soppeng melakukan perubahan keputusan tarif Rapid Tes menjadi Rp. 150 ribu mengikuti Edaran Kementerian Kesehatan.

 

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Soppeng Sallang M Kes kepada Mediatanews. Com, Kamis 8/7/2020.

 

"Karena tarif Rapid Tes ditetapkan sebelum adanya SE Kemenkes, maka penyesuaian tarif sementara dilakukan mengikuti Edaran Kementerian Kesehatan, penyesuaiannya sedang berproses asistensi di bagian hukum Setda"

 

"Perubahan biaya Rapid Tes diusulkan dari Rp. 305 ribu menjadi Rp. 150 ribu "ujarnya

 

Adapun Surat Edaran Nomor HK.02.02/I/2875/2020. Surat ini ditetapkan pada 6 Juli 2020 dan ditandatangani Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kemenkes Bambang Wibowo.

 

Dalam Surat Edaran Nomor HK.02.02/I/2875/2020 yang ditetapkan pada 6 Juli 2020 meminta pihak-pihak terkait menginstruksikan fasilitas pelayanan kesehatan untuk mengikuti batasan tarif maksimal rapid test. Berikut bunyi Surat Edaran ini

 


1. Batasan tarif tertinggi untuk pemeriksaan rapid test antibodi adalah Rp 150.000 (seratus lima puluh ribu rupiah)

 

2. Besaran tarif tertinggi sebagaimana dimaksud pada angka 1 berlaku untuk masyarakat yang melakukan pemeriksaan rapid test antibodi atas permintaan sendiri

 

3. Pemeriksaan rapid test antibodi dilaksanakan oleh tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi dan berasal dari fasilitas pelayanan kesehatan

 

4. Agar fasilitas pelayanan kesehatan atau pihak yang memberikan pelayanan pemeriksaan rapid test antibodi dapat mengikuti batasan tarif tertinggi yang ditetapkan.

 

Bagikan Berita Ini: