Kaswadi, Dari Penjaja Kue Menjadi Seorang Bupati
    Dibaca 3260 kali

HA Kaswadi Razak

 

MEDIATANEWS.COM -- 40 atau 45 tahun yang lalu,tak seorangpun pernah membayangkan sosok HA Kaswadi Razak SE yang dulu kerap disapa Andul (Andi Dulli) bisa menempati posisinya sekarang ini sebagai seorang Bupati di Bumi Latemmamala.

 

Betapa tidak,nun di masa lalu di usia sekira 15 tahun, disaat anak anak lain menikmati masa remajanya dengan riang tanpa perlu memikirkan kebutuhan hidupnya yang telah terpenuhi oleh orang tuanya.

 

Andul justru harus bergulat dengan himpitan ekonomi, statusnya sebagai seorang turunan bangsawan tinggi di Bumi La Temmamala tak serta merta membuat kehidupan ekonomi keluarganya berbanding lurus dengan strata sosialnya.

 

Hidup harus diperjuangkan, itulah kemudian yang mendorong Kaswadi rela bekerja menjadi seorang penjaga mesin Foto Copy di sebuah toko milik pengusaha keturunan Tionghoa di bilangan jalan Kalino Watansoppeng.

 

Bahkan, dari kisah yang dituturkan A Kaswadi sendiri, di saat masih kanak kanak, dirinya pernah menjadi penjaja kue dan penjual es balok di pasar Sentral Soppeng demi meringankan ekonomi keluarganya yang tengah terpuruk.

 

" Saat masih SD dan SMP saya pernah berdagang kue dan es balok di pasar sentral. Saya ingat sekali, waktu itu saya mengambil es balok di Toko Delima setelah itu saya bawa ke pasar untuk di jual kembali dipedagang ikan" ujar Kaswadi dengan nada yang sedikit bergetar.

 

Selepas dari penjaga Mesin Foto Copy, Andul kemudian bekerja sebagai karyawan Meja Bilyard di Pusat Pertokoan Watansoppeng di unit usaha yang dikelola Wahyu Group.

 

"Perjuangan saya melawati masa masa sulit dulu bisa saya ceritakan dan menjadi kenangan indah sekarang ini. Namun tentang bagaimana suasana psikologisnya saat itu, sungguh sangat sulit saya ungkapkan" ujar Kaswadi saat menceritakan perjalanan hidupnya beberapa waktu lalu di Kantor Bupati Soppeng

 

Kesaksian tentang kerasnya perjuangan hidup yang dilewati Kaswadi diungkapkan Koordinator FoKal NGO Sulawesi Djusman AR.

 

"Kerja keras A Kaswadi bukan sekadar pencitraan. Sejak muda, A Kaswadi memang seorang tipikal pekerja keras. Saya menyaksikan sendiri, bagaimana saat dia setiap malam harus membawakan rantang makanan untuk semua karyawan yang bekerja di unit usaha yang dikelola Wahyu Group"

 

"Yang saya salut sama A Kaswadi, status kebangsawanan yang melekat pada dirinya, tidak membuatnya gengsi untuk bekerja keras merubah nasib. Perjuangan hidupnya, membuat sosok A Kaswadi layak menjadi seorang Inspirator bagi pemuda pemuda Soppeng" ujar Djusman AR.

 

Kerja keras HA Kaswadi Razak mulai membuahkan hasil saat mencoba peruntungan di dunia konstruksi dan menjadi seorang kontraktor. Kinerjanya yang sungguh sungguh dalam menghadapi setiap pekerjaan, membuatnya dipercaya menjadi ketua BPC Gapensi Soppeng dua priode, satu satunya asosiasi kontraktor di masa itu.

 

Jalan hidup semakin lempang dirasakan Kaswadi saat memasuki dunia politik dan berhasil menjadi Anggota DPRD Soppeng dan kemudian dipercaya menjadi sebagai Ketua DPRD Soppeng dua priode.

 

Jiwa pantang menyerahnya,kembali diperlihatkan A Kaswadi Razak usai kalah pada Pilkada 2010 lalu. Kekalahannya, tidak membuatnya terpuruk.

 

Ia terus menjaga semangatnya untuk memberikan pengabdian tertingginya kepada Bumi La Temmamala, perjuangannya di dunia politik akhirnya berbuah manis saat berpasangan dengan Supriansa berhasil memenangkan pertarungan di Pilkada Soppeng tahun 2015 lalu.

 

Kini, Kaswadi kembali memikul tanggung jawab untuk membawa sebuah 'kapal besar' bernama Soppeng untuk berlayar mencapai tujuannya yang bernama Soppeng BERKALI KALI LEBIH BAIK DARI SOPPENG HARI INI, setelah pada Pilkada 9 Desember 2020 lalu, Kaswadi yang berpasangan dengan Lutfi Halide memenangkan pertarungan melawan kolom kosong.(Agus Setiawan PH Rauf)

 

 

 

 

Bagikan Berita Ini: