Supriansa Sesalkan Informasi Hoaks Menutupi Kebenaran Terkait UU Cipta Kerja
    Dibaca 776 kali

Anggota DPR RI Supriansa SH MH saat melakukan Reses di Kantor PWI Soppeng,Selasa 20/10/2020

 

SOPPENG,MEDIATANEWS.COM--Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar Daerah Pemilihan 2 Sulawesi Selatan Supriansa SH MH dalam rangkaian Resesnya di Kabupaten Soppeng berkunjung di kantor PWI Soppeng,Selasa 20/10/2020.

 

Supriansa dalam dialognya dengan segenap insan pers menjelaskan tentang UU Cipta Kerja yang saat ini memicu perdebatan publik.

 

Menurut Supriansa, gelombang demonstrasi penolakan UU Cipta Kerja yang telah di sahkan DPR RI beberapa waktu lalu akibat gencarnya serangan berita Hoaks dan menutupi kebenaran dalam UU Cipta Kerja.

 

"Seperti masalah cuti, informasi yang beredar dikatakan bahwa UU Cipta Kerja menghapus hak cuti dari para buruh padahal itu tidak benar sama sekali"ujarnya

 

Terkait masalah pesangon, Supriansa mengakui bahwa ada penurunan jumlah pesangon dari 32 gaji menjadi 25 bila buruh di PHK, tetapi kalau dicermati secara detail justru itu menguntungkan para buruh.

 

"Dari pengalaman selama ini, aturan PHK mengatakan bahwa bila buruh di PHK maka akan mendapatkan pesangon 32 kali gaji, tetapi ternyata hanya sebesar 7 persen dari perusahaan yang membayar kewajibannya kepada buruh dan 93 persen lainnya memilih menyelesaikan soal ini dipengadilan, dan rata rata dimenangkan oleh perusahaan"

 

"Sementara, di UU Cipta Kerja pesangon yang diterima oleh buruh korban PHK hanya sebesar 25 kali gaji dengan ketentuan bagi perusahaan yang tidak membayar kewajiban pesangonnya kepada buruh akan dicabut ijin usahanya.Jadi ini lebih menjamin kepentingan buruh"urainya

 

Lebih jauh Supriansa menguraikan "Selanjutnya, di pasal berikut ada mengatur bahwa bagi pekerja yang di PHK, selama belum bekerja gaji yang selama ini mereka peroleh di perusahaan akan di tanggung oleh negara melalui dana APBN. Berapa kali akan ditanggung oleh negara itu akan diatur oleh Peraturan Pemerintah. Kemungkinannya antara 6 kali hingga 12 kali"tandasnya

 

Reses Supriansa di Kantor PWI Soppeng ini dihadiri sekira 40 orang dari unsur Jurnalis (PWI,SMS dan AJOI), Kapolsek Lalabata dan pihak Kesbangpol.

 

 

Bagikan Berita Ini: