Komoditi Porang Jadi Magnet Baru Petani Soppeng
    Dibaca 868 kali

Pengusaha Porang H Syaharuddin Alrif yang juga Wakil Ketua DPRD SulSel saat menjelaskan budidaya Porang dan prospeknya di Cafe Moka' Kopi, Minggu 11/10/2020

 

SOPPENG,MEDIATANEWS.COM-- Budidaya Porang kini menjadi magnet baru bagi para petani di Kabupaten Soppeng. Hal ini terlihat dengan besarnya antusiasme para petani mengikuti sosialisasi budidaya Porang yang digelar Partai Nasdem di Cafe Mo'Ka Kopi Watansoppeng,Minggu 11/10/2020.

compressed_129951089320201011_170102

Penyerahan 300 berkas permohonan KUR Porang dari kepada Kementan yang selanjutnya diserahkan ke pihak BRI

compressed_6234656220201011_134632

 

H Syaharuddin Alrif Wakil Ketua DPRD SulSel yang juga sukses dalam budidaya Porang, mengungkapkan bahwa budidaya Porang sangat menjanjikan untuk mengubah taraf hidup para petani.

 

"Tanaman Porang sesungguhnya bukan tanaman asing bagi leluhur kita, Porang dalam bahasa bugis biasa disebut SIAPA atau SIKAPA, dulu biasa dijadikan makanan pengganti beras oleh kakek nenek kita dan rasanya sangat nikmat"

 

"Belakangan diketahui, tanaman Porang ini ternyata bernilai tinggi dan dimanfaatkan diluar negeri sebagai pencampur bahan makanan,tepung, bahan kosmetik dan lem kapal" ujarnya

 

Dijelaskan oleh Sahar, terinspirasi dengan gagal panen di kampungnya di Kabupaten Sidrap,akhirnya Ia memberanikan diri memanfaatkan lahan tidur di Bendoro seluas 50 ha untuk ditanam Porang.

 

"Awalnya saya ditertawakan,namun setelah berhasil, lahan yang saya kembangkan saat ini menjadi Pilot Project penanaman Porang yang pertama di Indonesia" urainya

 

Menurut Sahar dalam 1 ha lahan dibutuhkan biaya kurang lebih Rp 50 juta sampai panen dengan hasil produksi antara Rp. 300 juta - hingga Rp.450 juta.

 

"Rp. 50 juta ini sudah inklude didalamnya pengolahan lahan,pengadaan bibit hingga Saprodi dengan masa panen 8 bulan. Karena semakin banyak yang berminat, saya kemudian berkoordinasi dengan Direktur Pembiayaan Kementerian Pertanian RI, hingga kemudian jadilah KUR Porang pertama di Indonesia" jelasnya

 

Sementara, Direktur Pembiayaan Kementan Republik Indonesia Ir Indah Megawati MP menjelaskan bahwa pihak Kementan RI menggandeng pihak perbankan (Bank BRI) untuk memfasilitasi bantuan kredit KUR kepada para petani dengan sistem Offtaker.

 

"Dengan sistem Offtaker (Penjamin) dalam hal ini PT Alpati Porang, para petani memperoleh kepastian bibit dan pasar produksi yang jelas. Kami menargetkan anggaran untuk bidang pertanian di SulSel ini sebesar Rp. 3 triliun namun hingga saat ini baru terserap sekira Rp. 1,3 triliun" ujarnya

 

Terkait sosialisasi Porang ini, Ketua Partai Nasdem Kabupaten Soppeng A Zulkarnaen Soetomo yang didampingi Ketua Panitia Sosialisasi Ade Irawan Wahidin menjelaskan bahwa sosialisasi ini digelar tanpa embel embel partai, sosialisasi ini digelar murni untuk kemaslahatan para petani Soppeng.

 

" Makanya kami juga mengundang beberapa anggota Dewan dari partai lain ada PKB ada Gerinda dan pengurus Partai Demokrat untuk bersama sama mendorong pengembangan tanaman Porang ini di Kabupaten Soppeng, karenanya Sosialisasi ini kami sebut sosialisasi tanpa sekat"pungkasnya

 

 

Bagikan Berita Ini: