Master Marine Ini Berhenti Jadi Pelaut Demi Bertani Porang
    Dibaca 676 kali

Didik Kuswandi Petani Porang dari Madiun di dampingi Kepala Dinas TPHPKP Kabupaten Soppeng  Ir Fajar MMA, Sabtu 10/10/2020

 

SOPPENG,MEDIATANEWS.COM-- Namanya Didik Kuswandi SE M Mar Eng, saat ini menjabat Kepala Desa di Desa Krangon Kabupaten Madiun Jawa Timur.

IMG-20201010-WA0094

 

Namun, kedatangannya di Kabupaten Soppeng, Sabtu 10/10/2020 bukan dalam kapasitas sebagai Kepala Desa, tapi seorang petani Porang yang sukses dan ingin berbagi ilmu dengan petani Soppeng terkait tata cara budidaya Porang.

 

"Saya sebenarnya sudah 6 tahun ini tidak pernah lagi naik pesawat karena takut ketinggian. Namun, karena mendengar bahwa Kabupaten Soppeng ingin mengembangkan budidaya Porang, maka saya melawan rasa takut ini demi berbagi pengalaman kepada petani petani Soppeng"

 

"Petani yang sukses itu bukan hanya punya komoditi yg banyak tapi lebih kepada bagaimana dia berbagi ilmu kepada orang lain" ujar mantan pelaut ini.

 

Hal ini diungkapkan Didik didepan 30 an petani di Medde Desa Patampanua Kecamatan Marioriawa, Sabtu 10 /10/2020.

 

Menurut Didik, kontur alam dan topografi Kabupaten Soppeng sangat cocok dengan budidaya tanaman Porang ini.

 

" Setelah melihat kondisi alam disini, justru saya melihat kalau pemilihan bibitnya dilakukan dengan tepat, hasil produksi budidaya Porang ini bisa lebih baik dibanding dari daerah saya"

 

"Tanaman Porang ini sejenis tanaman Talas, sebuah jenis komoditi dengan perlakuan mudah. Tanaman ini, tidak perlu penanganan khusus, tidak dilihat seminggu,dua minggu atau tiga minggu sekalipun tidak menjadi masalah. Yang terpenting adalah keinginan kita untuk memulai" ujar Didik yang mengaku sudah 10 tahun memilih jadi petani Porang dan berhenti jadi pelaut.

 

Menurut Didik, Budidaya Porang sudah mulai dikembangkan di Desa Krangon Kabupaten Madiun sejak tahun 1985 dan harganya terus meningkat hingga hari ini.

 

" harganya hanya pernah sekali turun ketika Jepang mengalami Tsunami setelah itu kembali normal bahkan terus meningkat."ujarnya

 

Dijelaskan oleh Didik, pasar Porang ini masih terbuka sangat lebar karena komoditi Porang ini baru mampu memenuhi 20 persen kebutuhan dunia.

 

" Porang menjadi bahan baku makanan, lem, kosmetik dan lain lain. Salah satu ukuran pasar Porang yang menjanjikan adalah banyaknya investor membuka pabrik Porang di pulau Jawa. Kalau mereka ragu dengan pasar Porang, tidak mungkin mereka menanamkan dananya puluhan milyar untuk buka pabrik" jelasnya

 

Kepala Dinas TPHPKP Ir Fajar MMA yang mendampingi Didik dalam sosialisasi budidaya Porang ini menjelaskan bahwa keberadaan Didik di tempat ini difasilitasi oleh HA Kaswadi Razak SE

 

" Keberadaan Pak Didik ke tempat ini atas prakarsa HA Kaswadi Razak SE, beliau menginginkan petani mendapatkan pengetahuan tentang Porang ini dari ahlinya"

 

“Alhamdulillah dengan sosialisasi ini ternyata petani baru tahu dan mengenal tanaman porang yang sebenarnya. Petani juga tahu ciri bibit yang baik, kapan waktu yang baik membeli bibit serta tahu cara budidayanya,”jelasnya.

 

Sementara, HA Karwadi Razak SE mengutarakan bahwa inisiatif untuk mendatangkan Didik Kuswandi ke Soppeng karena melihat antusiasme petani untuk melakukan budidaya Porang sangat tinggi tapi tidak disertai pengetahuan dan pemahaman yang baik tentang teknik budidaya Porang ini.

 

"Dimana mana orang bicara Porang, daripada nanti masyarakat menanam Porang secara keliru makanya kita datangkan ahlinya untuk berbicara langsung di depan petani"tandas Kaswadi

Bagikan Berita Ini: