Delapan Ekor Sapi Jadi Korban Antrhaks Di Soppeng,Warga Diharap Tidak Panik
    Dibaca 956 kali

FOTO: Kadis Peternakan,Keswan dan Perikanan Kabupaten Soppeng Erman Asnawi yang didampingi drh Hartono,Jumat 21/2/2020


SOPPENG, MEDIATANEWS.COM– Kepala Dinas Peternakan, Kesehatan Hewan dan Perikanan Kabupaten Soppeng Erman Asnawi mengharapkan masyarakat Soppeng untuk tidak panik secara berlebihan dengan ditemukannya kasus Antrhaks yang terjadi di Maddumpa Desa Lalabata Riaja Kecamatan Donri Donri Kabupaten Soppeng.

 

Hal ini diungkapkan Erman saat dikonfirmasi terkait langkah pengendalian penyakit Antrhaks yang dilakukan pihaknya,Jumat /21/2/2020.

 

" Kami sudah mengisolir dan mensterilkan lokasi ditemukannya hewan ternak yang terpapar penyakit Antrhaks, bahkan jejak jejak siapa yang pernah melakukan kontak langsung sudah kita lavcak semuanya "ujarnya

 

Menurut Erman yang didampingi drh Hartono, bahaya penyebaran penyakit Antrhaks ini tidak seperti yang dibayangkan masyarakat.

 

" Masyarakat jangan menyamakan kasus Antrhaks ini dengan Virus Corona, penyakit Antrhaks ini disebabkan oleh Bakteri dan bukan oleh Virus,karakter penyebarannya harus melalui kontak langsung dengan hewan yang berpenyakit, sedangkan virus bisa menular melalui udara"

 

" Apalagi penyakit Antrhaks ini sudah ada obatnya dan Dinas Kesehatan sudah mengantisipasi hal ini dengan memerintahkan seluruh Puskesmas untuk memantau bila ada masyarakat yang terpapar oleh penyakit ini. Dan hingga saat ini,belum pernah ada laporan ada korban jiwa akibat adanya penyakit Antrhaks ini" urainya

 

Dari informasi yang disampaikan Erman. Hingga saat ini, penyakit yang diduga Antrhaks ini yang menyebabkan delapan ekor sapi yang mati secara semuanya berada dalam satu kandang dan belum ditemukan ada yang terjangkit di tempat lain.

 

Ditambahkan oleh dokter hewan Hartono,secara umum penyakit Antrhaks ini sudah bisa dikendalikan.

 

" Bukan Anthaksnya yang berbahaya sekarang ini,justru yang lebih berbahaya adalah Hoaks yang beredar terkait merebaknya penyakit ini yang menimbulkan berbagai keresahan di tengah masyarakat" tandasnya

 

 

Bagikan Berita Ini: