Proyek Tak Selesai, Dinas PUPR Soppeng Berlakukan Denda Per Hari
    Dibaca 1800 kali

Proyek Penataan Halaman dan Perparkiran Rujab Soppeng yang belum Rampung.(Foto: Duga Duga) 


SOPPENG, MEDIATANEWS. COM,– Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang Kabupaten Soppeng memperlakukan sanksi tegas dan menjatuhkan denda kepada kontraktor proyek yang tidak mampu menyelesaikan pekerjaannya sesuai jadwal yang telah ditentukan.

 

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Soppeng, Andi Haeruddin kepada Mediatanews. Com, Kamis 19/12/2019 mengungkapkan, pihaknya langsung memperlakukan sanksi denda pada hari itu juga terhadap semua proyek yang telah melewati jadwal waktu pelaksanaan.

 

“Tidak ada yang kami beda bedakan, sejak satu hari setelah melewati batas pelaksanaan, semua proyek yang terlambat kita sudah berlakukan denda dengan jumlah denda yang bervariasi sesuai dengan besarnya nilai anggaran proyek,”

 

"kami berlakukan denda sesuai dengan mekanisme dan prosedur yang tercantum dalam kontrak, kalau kontraktornya tidak siap menerima denda,kami akan langsung melakukan putus kontrak dan perusahaannya akan kita kenakan blacklist" ungkapnya.

 

Dari informasi yang diungkapkan Andi Haeruddin beberapa proyek yang mengalami keterlambatan diantarannya penataan halaman dan parkiran rumah jabatan Bupati Soppeng yang menelan anggaran senilai Rp 1.049.326.000 dengan pelaksana CV. Putra Passompe yang semestinya rampung pada tanggal 16 Desember 2019 lalu,Puskesmas Lilirilau, Bagian Kebidanan RSU La Temmamala dan kemungkinan yang juga mengalami keterlambatan adalah rehabilitasi Stadion HA Wana. 

 

"dendanya per hari, Parkiran Rujab nilai dendanya sekira Rp 1,2 juta, Bagian Kebidanan Rumah Sakit sekira Rp. 5 juta perhari, Puskesmas Lilirilau sekira Rp.5 juta per hari dan Stadion HA Wana sekira Rp. 2 juta per hari"tandasnya

 

Bagikan Berita Ini: