Kasus Raibnya Uang Passolo Di Soppeng Sisakan Kisah Pilu
    Dibaca 3957 kali

Hasrianti bersama anaknya di Rutan Klas IIb Watansoppeng

 

SOPPENG,MEDIATANEWS.COM-- Kasus pencurian 'Uang Passolo' dalam sebuah Pesta Perkawinan yang terjadi di LolloE Kecamatan Lalabata Watansoppeng 14 Agustus 2019 lalu menyisakan kisah pilu.

 

Pasalnya, akibat kasus ini baik korban maupun tersangka masing masing mengalami derita yang membuat miris orang orang yang melihatnya.

 

Tersangka Hasrianti (32) yang ditahan di Rutan Klas IIb Watansoppeng mesti membawa bayinya Aqila yang masih berumur setahun ikut masuk ke dalam rutan dan merasakan dinginnya tembok penjara.

 

"Anak saya masih menyusu, kalau saya tinggalkan dia di luar, tidak ada yang bisa mengurusnya dan pasti tidak terjamin susunya,karena bapaknya harus kerja setiap hari mencari nafkah sebagai Tukang Batu,"

 

"Saya sudah 40 hari di tahan dengan tuduhan mencuri uang Passolo di Pesta Perkawinan di LolloE. Bagaimana bisa saya ke pesta perkawinan itu,sementara yang punya pesta sendiri tidak kami kenal dan bukan keluarga. Apalagi katanya saya bermalam dan dua hari selalu ada di tempat pesta, sementara ada anak saya yang tidak bisa saya tinggalkan"ujar Hasrianti dengan nada bingung terkait tuduhan pencurian terhadap dirinya.

 

Sementara, keluarga Edy yang melaporkan kejadian ini mengalami derita dan masalah yang lain.

 

Menurut Edy, kejadian yang terjadi di rumahnya ini membuat mertua perempuannya mengalami trauma terhadap orang asing.

 

"Akhirnya, pasca kejadian tersebut Warung Ubi Goreng kami yang ada dirumah, terpaksa ditutup sampau saat ini karena mertua saya trauma saat melihat orang asing. Belum lagi, akibat hilangnya uang Passolo ini beberapa tunggakan terkait pesta perkawinan belum bisa kami bayar" ujar Edy

 

Hingga saat ini, meski Polisi telah menetapkan Hasrianti sebagai tersangka dan menjebloskannya ke Penjara, kasus raibnya uang Passolo ini masih menimbulkan perdebatan terkait siapa pelaku sesungguhnya. Sementara, kedua belah pihak baik korban dan tersangka tetap bersikukuh pada keyakinannya masing masing.

 

" Dengan minimnya alat bukti dan hanya berdasarkan keterangan saksi saksi tanpa ada jejak sidik jari dan  petunjuk lain, saya kira Polisi terlalu dini menetapkan Hasrianti sebagai tersangka. Perlu dilakukan investigasi mendalam terhadap kasus ini, jangan sampai Hasrianti merupakan korban salah tangkap,bisa panjang nanti urusannya kalau begitu" ujar salah seorang warganet yang mengomentari kasus ini.

 

Dilain sisi, Edy kepada Mediatanews.Com mengungkapkan

 

"Berdasarkan ciri ciri pelaku yang disampaikan beberapa saksi, keluarga saya yakin bahwa yang ditangkap Polisi itu benar adalah pelakunya" ujarnya

 

Menurut Edy, yang ditemui dirumahnya Selasa,8/10/2019 terkait peristiwa ini, beberapa saksi setelah dipertemukan dengan tersangka langsung yakin bahwa yang ditangkap polisi itu merupakan orang yang sama yang dilihat masuk dalam kamar tempat hilangnya uang Passolo pada saat kejadian.

 

"Kebetulan kami baru sekira dua bulan tinggal di tempat ini, sehingga belum kenal betul dengan warga LolloE,begitupun dengan warga LolloE belum kenal semua keluarga kami"

 

" Sehingga, waktu tersangka masuk di kamar, mertua laki laki saya yang kebetulan ada di kamar mengira yang bersangkutan merupakan tetangga dekat kami,sehingga waktu disuruh keluar dengan alasan terduga pelaku akan ganti baju, Ia tanpa curiga segera keluar kamar" ujarnya

 

Dari penjelasan Edy, peristiwa pencurian yang terjadi di rumahnya ini membuat mertua perempuannya mengalami trauma terhadap orang asing.

 

"Akhirnya, pasca kejadian tersebut Warung Ubi Goreng kami yang ada dirumah, terpaksa ditutup karena mertua saya trauma saat melihat orang asing. Belum lagi, akibat hilangnya uang Passolo ini beberapa tunggakan terkait pesta perkawinan hingga saat ini belum terbayar" ujar Edy

 

Kasat Reskrim Polres Soppeng AKP Rujianto yang dikonfirmasi di ruang kerjanya terkait kasus ini,Rabu 25/9/2019 lalu mengungkapkan

 

" Berdasarkan laporan terjadinya pencurian di sebuah pesta perkawinan dan in formasi yang dikembangkan serta berdasarkan keterangan saksi dan pemeriksaan yang kami lakukan,akhirnya Hasrianti kemudian ditetapkan menjadi tersangka"

 

Terkait alat bukti yang ditemukan pihak kepolisian, Rujianto menjelaskan

 

"Alat buktinya berupa keterangan saksi dan dompet,sarung serta sejumlah amplop milik korban. Tidak ada sidik jari yang kami temukan pada barang barang ini karena semuanya sudah disiram dengan air,kerugian akibat kasus pencurian ini ditaksir sekira Rp 30 juta." ujar Rujianto

 

Bagikan Berita Ini: