Terkait Raibnya Uang Passolo, Olleng Duga Istrinya Korban Salah Tangkap
    Dibaca 6686 kali

Olleng (32) menduga isterinya Hasrianti merupakan korban salah tangkap.

 

SOPPENG,MEDIATANEWS.COM-- Kasus penahanan Hasrianti (32) warga Lapajung akibat dituduh mencuri uang Passolo yang terjadi beberapa waktu lalu di LolloE, Kelurahan Lalabata Rilau Kecamatan Lalabata Kabupaten Soppeng seperti yang dilansir Mediatanews.com beberapa waktu lalu menyisakan tanda tanya dan gundah bagi Olleng suami Hasrianti.

 

Menurut Olleng kepada Mediatanews.Com,Kamis 3/9/2019 , kasus dugaan pencurian yang dituduhkan kepada isterinya sendiri membingungkan keluarganya. Pasalnya, isterinya dijebloskan ke Penjara hanya berdasarkan kesaksian dari beberapa orang keluarga yang punya pesta tanpa ada bukti bukti yang lain.

 

" Pada saat kejadian, kira kira pukul 11.45 istri saya ke pasar Sentral untuk belanja, kebetulan saat itu saya punya uang Rp 100 ribu hasil kerja saya sebagai tukang bangunan, mungkin ada 15 menit kemudian, istri saya sudah pulang kembali ke rumah"

 

"Satu Minggu kemudian, isteri saya dijemput polisi dengan tuduhan melakukan pencurian di LolloE. Penangkapan isteri saya katanya berdasarkan kejadian pencurian di LolloE yang terjadi kira kira pukul 11.00 dan adanya keterangan saksi yang menunjuk isteri saya" ujarnya

 

Olleng menduga, isterinya merupakan korban salah tangkap,apalagi dia mendengar bahwa ada keterangan dari salah satu saksi (tukang ojek) yang mengatakan isterinya diantar pakai ojek ke Pusper (tempat ditemukannya barang bukti) setelah kejadian.

 

"Bagaimana mungkin isteri saya ke pesta perkawinan itu,sementara yang punya pesta sendiri tidak kami kenal dan bukan keluarga. Apalagi kalau kemudian isteri saya bisa leluasa masuk ke kamar pengantin dan menyuruh orang keluar dari kamar itu dan kemudian katanya isteri saya mengambil amplop dan memasukkan ke kantong plastik"

 

"Lagipula, isteri saya pada hari itu juga menjaga anak tetangga,tidak mungkin isteri saya naik ojek ke LolloE, makanya waktu ke pasar dia pakai motor saya" ujarnya

 

Meski yakin isterinya merupakan korban fitnah dan salah tangkap, Olleng juga tak bisa berbuat apa apa.

 

" Kami mau mengadu ke mana?mau menyewa pengacara kami juga tidak punya uang, sedangkan untuk makan sehari hari saja kami harus membanting tulang baru bisa makan,kalaupun isteri saya nanti dihukum, Puang Alla Taala pa' Mpale i" ujarnya dengan nada pasrah

 

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Soppeng AKP Rujianto yang dikonfirmasi di ruang kerjanya beberapa waktu lalu terkait kasus ini mengungkapkan

 

" Berdasarkan laporan terjadinya pencurian di sebuah pesta perkawinan dan in formasi yang dikembangkan serta berdasarkan keterangan saksi dan pemeriksaan yang kami lakukan,akhirnya Hasrianti kemudian ditetapkan menjadi tersangka"

 

Terkait alat bukti dan tidak adanya sidik jari yang ditemukan pihak kepolisian, Rujianto menjelaskan

 

"Alat buktinya berupa keterangan saksi dan dompet,sarung serta sejumlah amplop milik korban. Tidak ada sidik jari yang kami temukan pada barang barang ini karena semuanya sudah disiram dengan air,kerugian akibat kasus pencurian ini ditaksir sekira Rp 30 juta." ujarnya

 

Dari informasi yang disampaikan Rujianto, Hasrianti sebelumnya  pernah tersangkut penggelapan dan dan mendapatkan vonis pengadilan.

 

"Pelaku sebelumnya pernah tersangkut kasus penggelapan dan mendapat vonis pengadilan. Saat ini tersangka dijerat Pasal 362 pencurian dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun" tandasnya

 

Sekadar informasi,Hasrianti saat ini dititip di Rutan Klas II b Watansoppeng. Mirisnya,Hasrianti terpaksa membawa bayinya yang masih menyusui (Aqila umur 1 tahun) ikut merasakan dinginnya penjara karena tidak bisa ditinggal diluar.

Bagikan Berita Ini: