PERGINYA SANG PENGANTAR PENGHARGAAN PATAKA PRASAMYA PURNA KARYA NUGRAHA (IN MEMORIM PROF. BJ. HABI
    Dibaca 641 kali

Ketgam : BJ HabibiE Saat Menyerahkan Pataka Parasamya Purna Karya Nugraha Kepada Bupati Soppeng Letkol HA Made Alie, 21 September 1979

 

Oleh : H. Andi Ahmad Saransi

 

Wafatnya Presiden ketiga Republik Indonesia Bachruddin Jusuf Habibie atau yang lebih dikenal dengan BJ Habibie 10 hari yang lalu tepatnya pada tanggal 11 September 2019  menyimpan duka mendalam bagi Warga masayarkat Indonesia khususnya warg  masyarakat Soppeng.

 

Secara hostoris, Habibie  dengan warga Soppeng mempunyai kenangan tersendiri. Karena empat puluh tahun yang lalu, tepatnya pada tanggal 21 September 1979, almarhum BJ Habibie selaku Menteri Negara Riset dan Teknologi untuk pertama kalinya menginjakkan kakinya di Bumi Latemmamala dalam rangka mewakili Presiden Republik Indonesia untuk menyerarahkan Pataka Prasamya Karya Nugraha untuk Kabupten Soppeng.

 

Kedatangan beliau ketika itu disambut antusias seluruh mayarakat Soppeng dalam suatu upacara. 
Prasamya Karya Nugraha adalah sebuah tanda penghargaan yang diberikan oleh Bapak Presidedn kepada Provinsi atau Kabupaten / Kota yang menunjukkan hasil karya tertinggi pelaksanaan Pembangunan Lima Tahun dalam rangka meningkatkan kesejahteraan seluruh rakyat.


Kabupaten Soppeng dibawah kepemimpinan Let. Kol. H. Andi Made Alie dalam masa bakti mulai 1965 – 1979 telah mengantar kabupaten Soppeng mencapai pembangunan yang cukup tinggi dalam  berbagai sektor pembangunan ketika itu. 


Keberhasilan dapat dilhat pada bidang perindustrian Sutra Alam,  Kabupaten Soppeng pernah mencapai produsen benang Sutra terbesar di Indonesia, keberhasilan ini telah mendatangkan Bapak Presiden Soeharto berkunjung ke Soppeng sebanyak dua kali yaitu pada tahun 1974 dan 1975.

 

Begitupun kemajuan industri Tembakau yang dikenal dengan Tembakau Cabenge, Kabupaten Soppeng pernah menikmati harumnya bau tembakau ini.

 

Keharuman semerbak mewangi kedaerah-daerah di luar propinsi Sulawesi Selatan seperti : Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara, Kalimantan, Sumatera (jambi), begitupun dalam wilayah Propinsi Sulawesi Selatan.

 

Kemajuan Sutra alam, industri Tembakau dan pertanian telah mengantar masyarakat Soppeng memiliki tingkat kesejateraan yang cukup tinggi ketika itu.          

    

Disamping itu keberhasilan lainnya dapat dilihat pada lomba-lomba pembangunan yang diselenggarakan oleh pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Kabupaten Soppeng tidak pernah sepi dari prestasi yang diraihnya.

 

Misalnya saja : tahun 1969/1970 Desa Barae juara I Lomba Desa se Provinsi Sulawesi Selatan;  13 Maret 1975 dan tanggal Kecamatan Marioriwawo sebagai juara I lomba Pembangunan Kecamatan se Sulawesi Selatan; 15 Agustus 1975 Desa Tettikenrarae juara I lomba Pembangunan Desa Khusus se Seulawesi Selatan; 1 Mei 1975 pemegang pertama piala bergilir Gubernur Sulawesi Selatan.

 

Piala ini diberikan atas hasil-hasil yang telah dicapai dalam peneyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan pembinaan masyarakat yang dapat dipuji dan dan dijadikan contoh bagi kecamatan lainnya. Dan sederet prestasi lainnya yang telah dicapai.

 

Puncak keberhasilannya adalah berhasilnya Soppeng mendapat pengharagaan Parasamya Purna Karya Nugraha pada akhir Pelita II tahun 1979 yang diserahkan Bapak BJ Habibie. Patut diketahui bahwa penyerahan pataka Parasamya ini semula Menteri Dalam Negeri mengusulkan  Solihin GP selaku Sekretaris Pengendalian Operasional Pembangunan, dan beliau juga sudah diakui warga Soppeng oleh DPRD GR Soppeng untuk menyerarahkannya.

 

Namun ketika itu Presiden Soeharto yang cukup mengenal masyarakat Soppeng maka beliau lebih memilih BJ Habibie dengan alasan dapat mengayomi, menginspirasi dan memotivasi masyaakat Soppeng dalam mengisi pembangunan selanjutnya.

 

Akhirnya sebagai bagian dari Bangsa Indonesia kita harus menundukkan kepala seraya melangitkan doa. Putra terbaik bangsa, sosok  pengayom, inspirator dan pribadi yang gigih berjuang untuk kemashalatan bangsa dan negara telah berpulang ke Rahmatullah.

 

Tak ada cara terbaik mengenang kematian selain mengenang kebaikan dan keteladanan. Sebagaimana dikatakan Rumi, “Tatkala kita mati, jangan cari pusara kita di Bumi, tetapi carilah di hati para kekasih”. Selamat jalan Sang Pengantar Pataka Parasamya Purna Karya Nugraha, masyarakat Soppeng tetap setia mengenangmu sebagai pengayom umat dan inspirator Bangsa…      

Bagikan Berita Ini: