Buntut Sengketa Danau To Pacciro, Kubu La Baha Dibekingi Preman
    Dibaca 1206 kali

Kubu La Baha dan Kubu Andi Adnan saat bertemu di lahan sengketa Danau To Pacciro,Jumat 7/9/2019

 

SOPPENG,MEDIATANEWS.COM--- Meski telah ditangani dan dimediasi pihak kepolisian beberapa waktu lalu, sengketa lahan pengelolaan Danau To Pacciro di Dusun La Mangiso Desa Kessing Kecamatan Donri Donri antara kubu Andi Adnan dan Kubu Baharuddin (Baha)
tak kunjung usai.

 IMG-20180907-WA0011

 

Bahkan kedua kubu yang bersengketa ini nyaris bentrok saat bertemu di lahan sengketa, Jumat 7/9/2018

 IMG-20180907-WA0013

Kapolsek Donri Donri AKP Pawe saat mempertemukan kedua belah pihak yang bersengketa di Danau To Pacciro, Jumat 7/9/2018

 

Keduanya bertemu saat sama sama bermaksud mengambil ikan di lokasi yang sama.

 

Dari pantauan www.mediatanews.com di lokasi kejadian,ketegangan di mulai saat pihak La Baha beserta sejumlah preman yang ditaksir berjumlah tidak kurang dua puluh orang yang bersenjata Parang dan Kelewang mendatangi pihak Adnan yang juga berjumlah kurang lebih dua puluh orang dan meminta berhenti mengambil ikan di lokasi danau ini.

 

Di duga preman-preman yang datang bersama La Baha ini sengaja di datangkan dari luar daerah Soppeng

 

"Beberapa diantaranya seperti berasal dari Wajo" ujar salah seorang kerabat Andi Adnan.

 

Menurut Andi Adnan, tidak ada pihak yang boleh melarang mereka untuk mengambil ikan di danau ini, karena pihaknyalah yang berhak untuk menguasai pengelolaan lahan Danau To Pacciro, apalagi lahan yang disengketakan ini sudah punya kekuatan hukum tetap.

 

"Dari semua dokumen dokumen yang kami miliki, hak pengelolaan Danau To Pacciro ini ada pada keluarga kami, apalagi telah dikuatkan oleh putusan pengadilan mulai dari tingkat Banding,Kasasi dan PK.

 

" Bahkan, putusan PK ini malah sudah dieksekusi,tetapi pihak La Baha yang dibekingi sejumlah preman tetap membangkang dan menginjak nginjak putusan pengadilan dan mengesampingkan keberadaan aparat hukum" ujarnya

 

Sementara itu, Kapolsek Donri Donri Ajun Komisaris Polisi (AKP) Pawe yang tiba di lokasi sengketa bersama sejumlah personilnya beberapa saat setelah terjadinya ketegangan kedua kubu ini mengambil langkah tegas.

 

" Sesuai dengan instruksi Kapolres, untuk sementara kedua belah pihak diminta menahan diri dan mengosongkan lahan hingga masalah ini selesai"

 

"Masalah ini sementara ditangani pihak terkait yang akan melibatkan Polres,Pengadilan, Pertanahan dan Pihak Pemerintah Daerah. Insya Allah satu dua minggu ini sudah ada kejelasan siapa sesungguhnya yang berhak terhadap lahan sengketa ini" ujarnya

 

"Saya minta, untuk sementara waktu tak ada pihak yang berada di lokasi ini hingga ada penyelesaian dari pihak terkait. Jangan sampai ada gesekan diantara kedua belah pihak, kami hanya meminta kedua belah pihak untuk menahan diri sampai masalah ini selesai."pungkasnya

 

 

 

Bagikan Berita Ini: