Appejjengnge, Bukit Penghasil Garam di Soppeng
    Dibaca 11818 kali

SOPPENG, Mediatanews.Com---  30 atau 35 tahun lalu, pepatah yang mengatakan asam di gunung garam di laut tak berlaku bagi masyarakat yang bermukim di Kampung PekkaE  Desa Lalabata Riaja Kecamatan Donri Donri Kabupaten Soppeng.

 

Pasalnya, warga yang bermukim di daerah ini memperoleh garam bukan dari laut tapi dari sebuah sumber mata air garam di kaki bukit yang bernama Appejjengnge. Sesuatu yang 'ajaib' daerah ini bisa menghasilkan garam, bukankah Soppeng tak punya laut? Tapi itulah kuasa dan  karunia  Allah yang mesti kita syukuri.

 

Menurut Sukardi (55) salah seorang warga yang bermukim di sekitar tempat ini, 30 atau 35 tahun lalu mata air Appejjengnge ini masih dimanfaatkan warga memproduksi garam untuk konsumsi rumah tangga.

 

"dulu, para orang tua kami ramai membuat garam di pinggir mata air yang berbentuk kolam" ujarnya sambil menunjuk beberapa mata air yang keluar dari celah celah batu.

 

Sementara Andi Erlin yang juga salah seorang warga PekkaE mengungkapkan tempat ini sering dijadikan obyek penelitian oleh kalangan kampus.

 

" para mahasiswa dan dosen dari Unhas serta beberapa perguruan tinggi yang lain sudah sering datang mengadakan penelitian di tempat ini. Bahkan, menurut beberapa dosen yang pernah saya antar ke tempat ini. Beberapa pohon yang tumbuh di sekitar area sumber mata air termasum pohon pohon yang langka dan sudah berumur ratusan tahun"ujarnya

 

Keunikan lain, rasa asin dari mata air di AppejjengE ini ternyata tidak didapati di sumber mata air lain yang ada di sekitar tempat ini " Sumur yang  hanya beberapa meter dari sumber mata air Appejengnge ternyata rasanya tidak asin sedikitpun seperti di tempat ini"

 

Beberapa kalangan mengharapkan, pemerintah dan instansi terkait bisa memberikan sedikit perhatian terhadap Appejengnge yang kini  kondisinya tidak terawat dan terlantar " keunikan yang ada di Appejjengnge merupakan karunia dari Allah yang mesti kita rawat dan pelihara. Apalagi potensi Appejengnge sebagaj obyek wisata  sangat besar, siapa tahu  Appejengnge bisa seperti obyek wisata Lejja "pungkasnya (Agus Setiawan PH Rauf)

 

 

 

 

Bagikan Berita Ini: