Refleksi Tahun 2017, Soppeng Kota Yang Terbangun Dari Tidur
    Dibaca 7243 kali

Pemandangan  Kota Soppeng Dari Udara

 

Oleh : Agus Setiawan PH Rauf

 

Soppeng dua  tahun lalu, hanyalah sebuah daerah yang kurang menonjol meski daerah ini punya  potensi ekonomi serta topografi dan kontur alam yang sebenarnya sangat indah dan potensial.

FB_IMG_1504712109814

HA Kaswasi Razak - Supriansa

Namun,karena tidak terkelola dengan baik dan kurang tertata,anugerah luar biasa yang dilimpahkan Sang Maha Pencipta kepada daerah yang juga berjuluk Kota Kalong ini, menjadikan Soppeng biasa biasa saja, datar dan tidak menarik untuk menjadi topik perbincangan

FB_IMG_1499607170269_1514351265351_3

Masjid Agung Darussalam

Akan tetapi, sejak daerah ini dinakhodai oleh Bupati Soppeng HA Kaswadi Razak SE dan Wakilnya Supriansa SH MH ( AKAR SUPER) pada 17 Februari 2016 lalu, kondisi daerah ini menjadi terbalik 360 derajat.

IMG-20171227-WA0045_1

Villa Yuliana

Hanya dalam jangka waktu dua tahun, Soppeng muncul sebagai daerah yang diperhitungkan di SulSel baik dari sisi pengelolaan pemerintahan maupun pengelolaan potensi Sumber Daya Alamnya.

FB_IMG_1514523808846 Taman Kalong

Tahun 2017, adalah tahun yang penuh gairah bagi AKARSUPER dalam membangun daerah Soppeng. Bahkan dari perbincangan khalayak baik melalui media sosial,warkop dan forum forum ilmiah, tahun 2017 ini disebut sebagai era kebangkitan bagi daerah yang posisinya berada tepat di tengah tengah jazirah Sulawesi Selatan ini.

 

" Soppeng terbangun dari tidurnya,kota ini kini gemerlap penuh warna,tidak seperti dulu" begitu ungkapan yang sering terpampang dalam perbincangan di media sosial.


Berbagai indikator yang kasat mata dan angka angka statistik, menunjukkan daerah ini berhasil melampaui capaian pembangunan melebihi capaian yang diperoleh daerah lain.

 

Keberhasilan Soppeng menggenjot pertumbuhan ekonominya hingga mencapai 8,24 persen yang merupakan angka pertumbuhan ekonomi yang tertinggi di Sulawesi Selatan bahkan melebihi pertumbuhan ekonomi provinsi SulSel sendiri, adalah salah satu indikator keberhasilan daerah ini yang sulit terbantahkan.

 

Begitu pula dengan keberhasilan penetapan APBD tahun 2018 yang tercepat di SulSel bahkan di Indonesia, menjadi gambaran bahwa Pemerintahan AKAR SUPER berhasil mengharmonisasi dan membangun kerjasama antara Eksekutif dan Legislatif dalam kerangka positif, harmonisasi gerak pembangunan dan mempersamakan persepsi demi kemaslahatan rakyat Soppeng.

 

Dari sisi fisik, langkah AKAR SUPER yang memperioritaskan mempercantik dan menata wilayahnya yang menjadi bagian dari area DUPPA MATA selain membangun infrastruktur jalan di desa desa,adalah sebuah langkah jitu untuk menjawab kerinduan warganya tentang Soppeng yang indah dengan keindahan seperti lukisan di atas kanvas.


Gebrakan pertama dari pasangan ini usai dilantik, menyelesaikan pembangunan Masjid Agung Darussalam Watansoppeng yang hampir 10 tahun terkatung katung pembangunannya.

 

"Atas perintah Bupati, pembangunan Masjid ini yang pertama harus dirampungkan,tidak perlu pakai dana APBD, kita coba libatkan partisipasi masyarakat untuk menyelesaikan Masjid Kebanggan Masyarakat Soppeng ini" ujar Wakil Bupati Supriansa saat ditunjuk menjadi penanggung jawab pembangunan Masjid ini

 

Selanjutnya, Villa Yuliana yang merupakan bangunan bersejarah peninggalan Belanda ditata sedemikian rupa,sehingga kesan angker pun menjadi hilang berganti dengan rasa nyaman saat menikmati pemandangan dan keindahan kota dari ketinggian di area Villa Yuliana.

 

Di penghujung tahun 2017, sebuah langkah fenomenal kembali di torehkan duet AKAR SUPER ini, membangun Bundaran LamungpatuE dan mempercantik Taman Kalong dengan sebuah Air Mancur atraktif dengan sistem Dry Fountain ( Kolam Kering) yang juga merupakan Air Mancur pertama di SulSel dengan sistem Dry Fountain.

 


"Aktivitas dan hasil hasil pembangunan harus dinikmati secara merata oleh masyarakat. Karenanya, AKARSUPER kemudian meletakkan dasar pembangunannya dalam sebuah konsep Membangun Desa Menata Kota" ungkap Bupati Soppeng Kaswadi Razak di suatu waktu

 

Meski demikian , terlepas dari berbagai keberhasilan yang dicapai selama ini,hendaknya AKARSUPER tidak terlena dengan berbagai sanjungan dan pujian atas keberhasilan mengangkat harkat dan martabat daerah ini.

 

Masih banyak hal yang mesti dibenahi dan menjadi pekerjaan rumah bagi AKAR SUPER, masih tingginya angka kemiskinan,beberapa janji kampanye serta masih rendahnya etos kerja beberapa kepala SKPD, adalah hal yang mesti menjadi skala prioritas untuk dibenahi pada tahun 2018.

 

Semoga dengan Gerakan Mappadeceng (Gema), yang telah di launching pada malam pergantian tahun. Masalah masalah yang menjadi penghambat gerak maju pembangunan di Bumi La Temmamala ini tuntas dibenahi dan menjadikan Soppeng daerah terdepan di SulSel pada tahun 2018.

 

Indah Kotanya,Makmur Rakyatnya, dan Bermartabat Pemerintahannya. Semoga!

 

Watansoppeng, 1 Januari 2018

 

Bagikan Berita Ini: