Beternak Ulat Sutera , Warga Dapat Tambahan Penghasilan Rata Rata Rp. 3 juta
    Dibaca 2634 kali

SOPPENG, MEDIATANEWS.Com--Para peternak Ulat Sutera di Kabupaten Soppeng kini bisa bernafas lega. Pasalnya, bibit ulat Sutera yang didatangkan Pemkab Soppeng dari Cina kini telah berproduksi dan menjadi sumber pendapatan yang bisa diandalkan.

 IMG_20170824_145632_HDR_1503625667371

Ir Fajar MSi

 

Kepalala Dinas Pertanian Kabupaten Soppeng Ir Fajar MSi saat dikonfirmasi di ruang kerjanya,Senin 11/12/2017 terkait produksi ulat Sutera Kabupaten Soppeng ini mengungkapkan

 SAVE_20171211_201607_1

Hamparan tanaman murbey yang kembali di budayakan di Soppeng

 

" Dari 300 boks bibit yang didatangkan Pemkab Soppeng dari Cina beberapa waktu lalu, 60 boks sudah diuji coba di 67 petani. Dan hasilnya sangat menggembirakan, per boks rata rata menghasilkan 35,9 kg Kokon dan rata rata benang sebanyak 5 kg,dengan harga Rp. 600 ribu per Kg,sehingga pendapatan rata rata peternak ulat sutera kita mencapai Rp. 3 juta per boks " ujarnya

 

" Sebenarnya produksi per boks ini masih bisa meningkat hampir dua kali lipat, karena dari hasil uji coba yang dilakukan PSKL di Bili Bili, dengan pemeliharaan secara intensif, satu boks bibit ulat Sutera ternyata bisa menghasilkan hingga 50,5 kg kokon,sementara produksi petani kita baru mencapai 35,9 kg kokon per boks. Kami akan melakukan evaluasi termasuk bagaimana cara pemeliharaan yang baik agar tingkat produksi kokon bisa meningkat seperti yang di capai PSKL" tambahnya

 

Pangsa pasar kokon dan benang Sutera ini masih terbuka lebar. Saat ini produksi kokon di tanah air masih minim. Setahun, hanya bisa menghasilkan sekitar 80 ton benang Sutera saja. Padahal, kebutuhan benang Sutera di SulSel sekira 200 ton dan kebutuhan nasional tiap tahunnya mencapai 800 ton. Untuk memenuhi kebutuhan itu, impor benang Sutera harus dilakukan terutama Impor dari Cina.

 

Bagikan Berita Ini: